COVID-19, TIPS UNTUK TETAP SEHAT MENTAL DALAM SITUASI KRISIS

Menghadapi situasi krisis yang penuh tekanan dan serba tidak menentu, bisa membuat siapapun kehilangan rasa aman dan nyaman, bahkan kendali diri, termasuk dalam menghadapi krisis COVID-19 ini.

Jika itu terjadi pada diri kita (terutama yg terlibat dengan berbagai kegiatan yg berhubungan langsung dengan respon tanggap darurat COVID-19), artinya telah terjadi “sesuatu” dengan keadaan mental kita.

Gambar Ilustrasi

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat kesehatan mental kita tetap terjaga, dengan memperhatikan aspek-aspek berikut: kognitif, emosi, fisik, dan sosial.

Kognitif:
• Berpikirlah bahwa situasi yang sedang kita hadapi adalah situasi biasa yang membutuhkan perhatian lebih dari kita, sehingga tidak membuat kita panik dan kehilangan kendali dalam menyikapinya.
• Berpikirlah bahwa langkah-langkah yang kita tempuh adalah langkah positif (dan benar) yang mendekatkan kita pada solusi.
• Batasi informasi yang masuk, saring, dengarkan dan pertimbangkan hanya informasi yang berasal dari sumber yang memang memiliki kapasitas dan otoritas tentang hal itu.
• Berpikirlah bahwa semua akan baik-baik saja, jangan biarkan pikiran Anda terganggu oleh hal-hal yang tak relevan dan tak perlu. Pikirkan hal-hal yang memang menjadi tanggung jawab Anda saja, ada banyak orang lain yang juga bertanggung jawab untuk ikut berpikir tentang hal lain.

Emosi:
• Sikapi situasi ini sebagai situasi yang menyenangkan karena memberi kesempatan kepada Anda untuk melakukan banyak hal yang berguna bagi orang lain. Sedih boleh, tetapi jangan berlarut-larut.
• Jika Anda menjadi begitu mudah tersinggung dan marah-marah, berarti Anda perlu “break” sejenak. Lakukan relaksasi, atau alihkan perhatian Anda sejenak pada hal-hal yang bisa membuat Anda tertawa atau merasa senang. Minum secangkir teh atau kopi bisa menjadi alternatif.
_Facial feedback hypothesis._ Ketika Anda merasa senang, kelopak mata menjadi lebih terbuka, ujung bibir tertarik ke atas, otot-otot pipi mengembang. Lakukan yang sebaliknya. Tersenyumlah, maka hati Anda akan menjadi senang.

Fisik:
• Situasi yang menegangkan bisa membuat otot-otot menjadi kaku. Lakukan senam kecil untuk membuatnya lebih rileks. Lakukan peregangan otot dan pelemasan sekaligus.
• Berjalan-jalan sejenak ke sekeliling selain membuat otot-otot bisa lebih rileks juga membuat stimulus yang Anda hadapi lebih bervariasi. Sebaliknya, jika Anda telah terlalu lama berjalan-jalan atau berdiri, duduklah sebentar dengan posisi senyaman mungkin.
• Tidur yang cukup dan berkualitas, sangat diperlukan oleh tubuh untuk melakukan _recovery_. Jangan memaksakan diri untuk tetap bekerja jika tubuh Anda telah ‘membunyikan bel istirahat’.

Sosial:
• Sebagai makhluk sosial, kesendirian adalah hal yang bisa membuat seseorang tersiksa. Tetaplah terhubung dan berinteraksi dengan orang lain, dengan orang-orang yang Anda cintai dan mencintai Anda, dengan berbagai cara.
• Anda tidak sendiri, banyak yang seperti Anda, banyak orang di sekitar Anda. Berbagilah dengan mereka, ngobrol ringan tentang apa saja (tentu dengan tetap menjaga jarak aman), jangan terus menerus bicara tentang Corona.

Zakarija Achmat, M.Si., Psikolog.
Dosen Psikologi UMM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *