Kenali Tanda-Tanda STRES serta Penanganannya Dalam menghadapai COVID-19

Resahnya COVID-19 seluruh lapisan masyarakat saling bekerja sama untuk menghadapinya.

Mewabahnya COVID-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, nyatanya membuat banyak orang tetap kewalahan. Tiba-tiba harus mengisolasi diri, membatalkan agenda yang sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari, harus mengatur ulang jadwal yang rumit, berebut persediaan logistik di rumah, frustrasi mencari cairan pembersih tangan dan masker, berburu banyak vitamin dan obat penguat daya tahan tubuh, khawatir dengan sanak saudara yang tinggal terpisah, dan masih banyak lagi.

Ya, wabah ini memang tidak hanya menyerang kondisi kesehatan fisik saja, tetapi juga berimbas pada kestabilan mental. Tidak hanya pasien yang terjangkit, tetapi orang-orang akhirnya ikut merasakan stres, bingung, gelisah, panik, dan takut dengan wabah ini. Belum lagi, hampir setiap hari seperti “dijejali” terus-menerus dengan informasi-informasi perkembangan jumlah pasien COVID-19. Padahal, ada saja informasi-informasi yang tidak terpercaya dan tersebar kemana-mana, hingga menularkan kepanikan.

Mari sejenak menyadari bahwa sehat tidak hanya seputar fisik saja, tetapi juga tentang kondisi mental diri. Kondisi mental yang tangguh dapat membantu diri lebih kuat secara fisik.

Siapa saja yang lebih rentan stres saat merespon krisis COVID-19?

  1. Orang lanjut usia dan/atau orang dengan penyakit kronis yang beresiko tinggi terhadap COVID-19
  2.  Anak-anak dan remaja
  3. Orang-orang yang terlibat membantu penanganan COVID-19 (penolong pertama, dokter, perawat, petugas ambulance, dll)
  4. Orang dengan kondisi mental yang sedang bermasalah, termasuk masalah adiksi narkoba

Tanda-tanda stres selama krisis COVID-19?
1. Merasa gelisah, khawatir, dan takut terhadap kesehatan diri serta orang yang disayangi
2. Ada perubahan yang signifikan pada pola tidur dan/atau makan (sulit tidur, seringkali terbangun, mimpi buruk yang berulang terkait penyakit atau virus, dll)
3. Kesulitan untuk fokus dan mempertahankan konsentrasi dalam belajar atau bekerja
4. Kondisi kesehatan yang memburuk secara cepat
5. Meningkatnya dorongan dan perilaku penggunaan alkohol, narkoba, atau obat-obatan lain yang berfungsi menenangkan diri

Apa yang bisa dilakukan jika sudah bingung, panik, dan tertekan dengan krisis COVID-19?
1. Sadari, bahwa mengakses informasi tentang wabah atau virus terus-menerus dapat membuat diri lebih khawatir, gelisah, panik, kesal, hingga tertekan
2. Beristirahatlah dengan cukup dan akses informasi yang dibutuhkan saja, terutama untuk membuat diri lebih paham dan tenang
3. Jika sedang begitu tegang, ambil napas dalam-dalam dan panjang dari hidung lalu hembuskan melalui mulut. Regangkan anggota tubuh. Ambil waktu untuk meditasi. Lakukan berulang sampai terasa lebih relaks
4. Jagalah dan kuatkan fungsi daya tahan (imun) tubuh, dengan konsumsi air mineral yang higienis, makanan bergizi dan seimbang, tidur dan olahraga teratur, hindari rokok-alkohol-narkoba
5. Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas ringan dan santai. Misalnya hobi bermusik, berkebun, melukis, memasak, menonton acara favorit keluarga, dll
6. Tetap terhubung dan lakukan komunikasi secukupnya dengan orang-orang terdekat dan yang Anda percayai. Berbicaralah dengan orang yang membuat Anda nyaman tentang hal-hal yang Anda sedang khawatirkan atau rasakan
7. Segera hubungi layanan kesehatan fisik atau mental, jika Anda merasa tidak nyaman secara berturut-turut selama beberapa hari dan mengganggu aktivitas harian

Apa yang bisa dilakukan orang dewasa untuk membantu anak dan remaja menghadapi krisis COVID-19?
1. Luangkan waktu untuk mendengarkan dan berbicara dengan mereka tentang COVID-19
2. Jawab pertanyaan dan bagikan informasi yang tepat sesuai pemahaman anak atau remaja. Anda dapat menggunakan media gambar atau video untuk memahamkan anak atau remaja
3. Yakinkan bahwa mereka aman dan tidak apa-apa jika merasa bingung, kesal, panik, atau takut
4. Ceritakan pada mereka, bagaimana Anda menghadapi krisis COVID-19, agar mereka mempelajari cara-cara penanggulangan stres
5. Batasi paparan dan akses anak atau remaja terhadap media sosial, untuk mencegah mereka menerima berita hoax atau salah mengartikan informasi yang beredar sehingga dapat membuat kepanikan serta ketakutan
6. Cobalah tetap menerapkan aktivitas rutin, meski semuanya harus dilakukan dari rumah. Jika sekolah ditutup, tetap kondisikan anak untuk bangun pagi, mandi, berganti pakaian yang rapi, sarapan, lalu memulai aktivitas belajar
7. Cobalah untuk menjadi panutan mereka, sehingga Anda perlu bersikap konsisten. Contohnya, istirahat teratur, minum air putih dan makan yang seimbang, olahraga, dll

Sumber :
https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/managing-stress-anxiety.html
https://headspace.org.au/young-people/how-to-cope-with-stress-related-to-covid-19/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *