Kiat Bahagia dan Sukses di Masa Pandemik Covid-19

“Success is not the key to happiness.
Happiness is the key to success. If you love what you are doing, you will be successful.”
-Albert Schweitzer

Sukses bukanlah kunci menuju kebahagiaan. Tapi Kebahagiaan adalah kunci kesuksesan dan Jika Kamu menyukai apa yang Kamu lakukan maka Kamu akan berhasil.

Kalau kita sukses tentunya bisa melahirkan kebahagiaan, tapi ingat..!!! kesuksesan bukan faktor utama yang menjadikan kita bahagia, itu karena kesuksesan merupakan proses panjang dari kerja keras.

Sedangkan kebahagiaan adalah perasaan nyaman, tenang, dan lapang, saat mengalami berbagai bentuk kehidupan, dimanapun dan kapanpun kita berada yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu termasuk ketika kita dalam kondisi Social distancing.

Jangan sampai kita hanya berfokus pada kesuksesan yang tak jarang akan mengorbankan kebahagiaan itu sendiri seperti mengorbankan kesehatan diri dan kebersamaan dalam keluarga
Karena orang yang sukses belum tentu juga ia akan bahagia kan…

Pola pikir Kita akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap kebahagiaan Yang kita rasakan. Dibutuhkan mindset yang lebih positif untuk menjalani hidup yang kadang tidak sesuai dengan ekspektasi kita.

Untuk itu kita harus memiliki tujuan karena tanpa tujuan kita akan kehilangan arah. Dalam sebuah penelitian di Australia mengungkapkan bahwa “orang yang memiliki tujuan hidup memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibanding mereka yang hidup tanpa tujuan”
Karena dengan memiliki tujuan kita akan memiliki sejumlah planning, keyakinan dan energi untuk melakukannya.

Jadi untuk meraih kebahagiaan, berikut ini akan saya bagikan kiat-kiat yang mungkin akan bisa membuat kita merasa lebih bahagia, kenapa saya lebih suka menggunakan kata kita ya karena ini bukan cuman tentang kamu dan kamu tapi tentang saya anda dan kita semua.

1. Kenali emosi yang sedang kita rasakan dan KENDALIKAN RESPONYA agak susah memang tapi dipikir dulu sebelum kita bereaksi pada emosi yang sedang kita rasakan. Emosi adalah hal yang munusiawi biasa kita rasakan karena adanya reaksi atas sebuah kejadian yang menimpa seseorang, bisa marah, sedih,kecewa dan mengendalikannya bisa jadi lebih penting dari masalah yang membuat kita tidak bahagia

2. Tarik nafas panjang, lalu hembuskan secara perlahan lahan melalui mulut seperti hendak meniup balon. Lakukan beberapa kali dengan teratur biar kita lebih rileks. menyanyi, olah raga atau travelling juga bisa membuat kita rileks dan bahagia atau Bisa juga kita membaca Al’Quran seperti kita tahu Al-Qur’an sebagai penyembuh/ Asy Syifa’

3. STOP berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain. Karena kita semua punya kelemahan dan kelebihannya masing – masing, jadi fokus saja pada diri sendiri dan cobalah menjadi lebih baik.

4. Jadilah diri kita sendiri, bersikap jujur pada diri sendiri
Menerima diri sendiri apa adanya tanpa kepalsuan dan Kebohongan yang tentunya akan menguras energi kita, karena sekali berbohong maka akan di ikuti oleh kebohongan lainnya dan tentunya ini menjadi tidak bagus untuk perkembangan pribadi kita.

5. Reset ulang pikiran kita
Bahwa kekhawatiran masalah yang kita alami hanya ada dalam persepsi kita dan yakinlah bahwa kita bisa melewatinya, akan ada solusi dari setiap masalah, hilangkan pikiran – pikiran negatif yang akan menjauhakn kita dari kebahagiaan itu sendiri.

6. Bergeraklah EXERCIZE
Jangan berdiam diri karena dengan melakukan aktivitas akan menstimulasi hormon endorfin yang dapat membuat suasana hati menjadi positif dan bersemangat, kita juga bisa melakukan charity yang akan meningkatkan kedekatan dengan orang lain yang pada akhirnya akan membuat kita menjadi lebih baik.

7. Perbanyak rasa syukur
Fokus pada apa yang kita miliki karena dengan bersyukur mampu meningkatkan kedamaian kebahagiaan yang pada akhirnya akan membawa kita pada kesuksesan karena orang yang pandai bersyukur emosinya akan lebih stabil dan memudahkan kita untuk melakukan regulasi, strategi & menemukan solusi yang menjadikan kita bisa selalu merasa positif

QS 2: 152 ‎
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Ingatlah kepadaKu, niscaya Aku ingat kepadamu, bersyukurlah kepadaKu, dan jangan kufur

Oleh: Muamilah Ani Sholichah, S.Psi, M.Psi, Psikolog
Pengurus bidang Kompetensi Himpsi Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *