Menyikapi Corona virus, Tips 14 Hari Belajar Merdeka di rumah

Pemerintah telah mengambil kebijakaan memberlakukan libur selama 14 hari sebagai dampak wabah korona.

Ini tentu menjadi pengalaman baru bagi anak-anak maupun orang tua. Apalagi bagi orang tua yang sama-sama bekerja. Karena itu perlu ada perhatian ekstra pada aktivitas anak, agar mereka tetap belajar saat sekolah diliburkan dua pekan.

Yang penting diperhatikan orang tua adalah menyusun tugas harian dan proyek belajar bersama anak. Karena 14 hari itu bisa dibilang cukup lama untuk menstabilisasi perilaku anak. Pun sebaliknya, waktu dua minggu juga bisa merubah perilaku anak.
Yang perlu diingat, anak-anak lebih senang dan lebih nyaman dengan kebiasaan yang stabil.

Berikut ini tips yang bisa dilakukan selama 14 hari belajar di rumah:

1. Duduk bareng anak. Berikan penjelasan mengapa mereka 14 hari belajar di rumah. Kalau perlu tonton bersama video atau ilustrasi tentang penyebaran corona virus dan bagaimana corona virus bisa berhenti.Penjelasan tentang apa itu social distancing atau membatasi kontak sosial juga bisa menjadi pengetahuan baru bagi mereka. Tentu saja penjelasanya menyesuaikan dengan bahasa yang mudah diterima anak.

Kalo anakku bilang gini, “okey corona, silakan jalan-jalan… Semoga kita gak ketemu. Nanti gantian aku yang jalan-jalan.”

2. Sampaikan kepada anak bahwa mereka tetap dengan kebiasaannya saat belajar di sekolah. Tetap bangun pagi, ibadah, mandi pagi, sarapan, belajar. Ada waktu bermain dan berkreasi yang lebih lama karena belajar di rumah. So ajak anak bikin proyek sesuatu yg mengasah kecerdasan majemuknya. Sesuaikan dengan hobi anak tentunya.
Kalau perlu susun jadwal aktivitasnya bersama anak. Mungkin ibu juga perlu memberikan tugas belajar pada anak sesuai dengan kebutuhannya atau sesuai dengan tema belajar di sekolah. Kalau ibu merasa si anak kurang pada pemahaman di aspek tertentu, ini waktu yang tepat untuk mengejar.

3. Beri pemahaman bahwa daya tahan tubuh kita harus kuat, karena itu makan makanan yang dimasak di rumah. Di sini ibu perlu menyusun menu padat gizi seimbang, ekstra vitamin alami (vitamin tambahan kalau perlu aja). Kalau anak rewel makan sayur dan buah, ini saatnya memberi pemahaman mengapa mereka perlu makan sayur dan buah saat ini.
Mungkin ibu juga perlu menambah kreativitas atau browshing menu masakan berbahan sayur dan cara penyajian yang menarik buat anak-anak. Beri kebebasan pada anak minta dimasakin sayur dan lauk apa hari ini. Pengin makan buah apa hari ini. Sayur dan buah gak perlu mahal. Pilih buah lokal.
Kalau sudah terbiasa makan sayur dan buah setiap hari hal ini tidak menjadi persoalan. Hanya konsen pada tidak makan jajan yang aneh-aneh, kurang gizi, kurang sehat, atau yang bikin alergi muncul.

4.Tetap berikan kebutuhan bermainnya. Bermain di dalam rumah lebih baik, tapi anak tetap butuh bergerak bebas untuk melepas energi fisiknya. Untuk itu beri batasan untuk tidak terlalu dekat kontak dengan teman-temannya. Tetap bisa bermain sepeda, petak umpet, engklek tapi gak usah berpelukan atau terlalu dekat. Kalau perlu gunakan masker.

5. Makin disiplin dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Bagi yang sudah terbiasa tinggal menguatkan. Bagi yang belum terbiasa perlu memberikan penjelasan kembali.
Mencuci tangan dan kaki dengan sabun setiap habis bermain di luar rumah. Ganti baju setiap mau tidur. Selalu mencuci tangan dengan sabun setiap mau dan setelah makan. Cuci tangan minimal dengan hand sanitizer setiap mau minum, dan tidak menggunakan alat makan secara bergantian.
Ingatkan anak tentang 6 langkah cuci tangan. Ini di sekolah-sekolah di Malang sudah diajarkan.

6. Bekerjasama dengan orang dewasa lain di rumah untuk ikut memantau anak – anak. Ibu bisa melakukan check melalui video call. Berikan penguatan atas perilaku adaptif mereka melalu kalimat positif.

7. Berikan pemahaman mengapa orang tuanya masih tetap perlu bekerja. Dan untuk mengurangi kecemasan mereka kasih tahu bagaimana orang tuanya menjaga diri di luar rumah.

8. Ajak anak untuk banyak berdoa,dan saling mendokan, agar Allah memberi perlindungan, kekuatan dan keselamatan.

Sumber: https://images.app.goo.gl/HHrZDW8TkTSUP3AYA

 

 

Stay save feel save
Best Regard,

Dini L. Nafi’ati, M.Psi., Psikolog.
Psikolog Kinis
RSUD dr. Saiful Anwar Malang

Ketua Bidang Keanggotaan Himpsi Malang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *