NGABUBURIT LIVE ASYIK: HOW TO MANAGE MENTAL HEALTH

Banyak cara yang dilakukan oleh instansi, komunitas, masyarakat untuk saling berbagi dalam rangka mengadapi masa masa sulit di musim pandemic Covid 19. Berbagai aktivitas secara fisik untuk bertemu sangat terbatas karena ada pembatasan Physical Distancing. Namun berkat kemajuan teknologi dan digitalisasi ilmu pengetahuan maka sangat mudah bagi siapa saja melakukan sharing dan charing.

Artinya pemanfaatan media daring baik melaui Zoom Meeting, Google Meet, Youtube Live, Instagram Live, facebook live maupun media sosial lainnya mempermudah seseorang untuk tetap berinteraksi secara sosial.

Hari ini, Senin 4 Mei 2020 RR. Nia Paramita Yusuf, M.Si., M.Psi., Psikolog Pengurus bidang Kompetensi Himpsi Cabang Malang berbagi ilmu psikologi melalui Instagram live yang difasilitasi oleh @sahabatpegadaian. PT. Pegadaian yang merupakan Perusahaan BUMN ini juga tak kalah aktif mengabil moment-moment tertentu untuk tetap menjaga relasi sosial terhadap pelanggannya.

Dimoderatori oleh Ridho Arief yang awal mula mengulas tentang kecemasan dan depresi yang menyatakan bahwa ini merupakan gangguan mental yang nyata dan umum terjadi sekarang ini apalagi mengadapi masa pandemi Covid 19. Data WHO tahun 2017 saja, terdapat lebih dari 260 juta orang mengalami gangguan kecemasan dan lebih dari 300 juta orang yang mengalami depresi.

Fakta yang cukup mengerikan, seseorang dengan gangguan kecemasan dapat mengalami depresi, atau sebaliknya. Adapun data yang ditimbulkan dari dampak Corona Virus yang merupakan pandemi belum di ketahui dengan asumsi pasti lebih meningkat tajam karena segala aktivitas di batasi secara ketat mulai dari berinteraksi, belajar bekerja, belanja, wisata dan lain sebagainya yang dampaknya multi dimensional.

Nia Paramita menuturkan bahwa kecamasan adalah suatu keadaan yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi dengan ciri-ciri fisik antara lain kegelisahan, kegugupan, banyak berkeringat, bernapas pendek, jantung berdebar keras, sakit perut atau mual, diare. “Secara Psikologis kecemasan itu seperti merasa terancam oleh orang atau peristiwa, pikiran terasa campur aduk, berpikir akan segera mati, berpikir bahwa semuanya sudah tidak bisa dikendalikan khawatir tentang sesuatu” ungkap nia yang di ikuti 1275 pemirsa di Live Instagram @sahabatpegadaian.

Adapun emosi yang bisa dilihat seperti takut, sedih, khawatir, dan marah. Sedangkan perilaku yang nampak seperti perilaku menghindar, perilaku melekat dan dependen, perilaku terguncang. Sementara jenis kecemasan antara lain seperti gangguan panik, gangguan cemas menyeluruh, gangguan obsesif kompulsif, gangguan fobia, gangguan stres akut dan gangguan stres pasca trauma.

Di sesi terakhir tanya jawab, Nia Paramita memberikan tips untuk mereduksi kecemasan adalah mengidentifikasi pikiran , emosi, perilaku belajar relaksasi, mencari dukungan sosial, jika kecemasan sudah mengganggu fisik segera hubungi medis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *