Stay At Home : Bijak Hadapi COVID-19

Pandemik COVID-19, tetap berdiam diri di rumah.

Kebayang ndak sih ketika kita harus berlarian dari satu tempat ke tempat lainnya dalam satu hari mungkin kita bisa berpindah pindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya, walau jaraknya cuman beberapa Kilometer tapi klo macet panas polusi dimanaā€¯ jarak tempuh yang mustinya 30 menit bisa jadi berjam – jam kan.

Berangkat pagi pulang sore, belum lagi harus keluar kota dari satu kota belum lagi bisa tidur nyenyak ee kita sudah harus moving ke kota lainnya, terbang dari satu tempat ketempat lainnya

Kalo sudah begitu yang terbayang adalah tempat tidur yg empuk lengkap dengan bantal gulingnya dan anjuran untuk tetap dirumah bisa jadi obat akan kerinduan rutinitas yang mungkin sedikit terabaikan karena kesibukan kita diluar rumah.

Ketika harus tinggal dirumah bisa jadi ini yang akan terjadi; makan, nyemil, masak – masak, Berinteraksi dengan keluarga anak – anak suami, Bersih – Bersih, Berjemur, Berkebun, Beribadah dan bersedekah jadi hal yang paling menyenangkan.

Tulisan saya sebelumnya tentang matematika berbagi dengan sesama ( masih ingat kan )

Mungkin bagi sebagian orang, kondisi pembatasan sosial atau social distance yang sekarang digantikan menjadi physical distancing yang bertujuan untuk menjaga jarak fisik guna memastikan penyakit tidak menyebar ini dapat memicu tekanan psikologis.

Adanya ketidak pastian kapan pandemi corona ini akan berkahir tentunya menimbulkan ketidak nyamanan.

Berita – berita tentang Virus covid-19 yang akhir – akhir ini membanjiri seluruh media masa baik di televisi, surat kabar maupun di sosial media yang membuat kalang kabut seluruh dunia.

Tentunya pemberitaan – pemberitaan ini akan dimaknai secara berbeda pada masing – masing individu. Cemas dan kekhwatiran pada kondisi yang masih belum menentu ini akan menimbulkan stres tersendiri di masyarakat.

Novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) atau yang lebih dikenal dengan nama virus corona merupakan virus yang dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, pneumonia /infeksi paru-paru yang berifat akut serta gagal ginjal. WHO sendiri secara resmi memberikan nama untuk virus ini dengan COVID-19 (Coronavirus disease 2019).

Namanya keren ya tapi jangan berani – berani deh berkenalan dengan virus ini bisa membuat repot dan stres masyarakat disekitar kita.

Oleh karena itu, upayakan untuk mengelola stres dengan baik supaya sistem imun Kita tetap terjaga dan kuat melawan infeksi virus Covid-19 ya.

Semoga kita semua selalu sehat, bahagia yakinlah akan ada pelangi setelah badai.

MUAMILAH ANI SOLICHAH, M.Psi, Psikolog
Pengurus Himpsi Malang Bidang Kompetensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *